Live in Taiwan PDF Print E-mail
Written by Adi Sutanto   
Monday, 24 December 2007

Oleh: Selamat W.Hia

Pepatah lama mengatakan “tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina”. Ungkapan yang saya dengar dari teman kantor ketika saya menyatakan bahwa saya akan melanjutkan studi ke Taiwan. Mungkin jaman dulu jarak antara Indonesia dengan Cina sangat jauh karena moda transportasi saat itu belum secanggih sekarang, sehingga Cina dianggap negara paling jauh. Dan sudah menjadi anggapan umum bahwa banyak orang Indonesia yang menganggap bahwa Taiwan adalah bagian dari Cina, sehingga berbicara mengenai Taiwan tidak akan terlepas dari Cina.

Belajar di Taiwan adalah salah satu alternatif untuk mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi, karena sistem pendidikan di Taiwan sudah lebih maju dibandingkan dengan Indonesia dan tingkat rata-rata pendidikan penduduknya pun sudah lebih tinggi. Di mana pemerintah mendorong penduduknya untuk belajar ke pendidikan lebih tinggi, karena semakin tinggi pendidikan maka semakin tinggi gaji yang didapat dalam pekerjaan, dan perusahaan pun dianjurkan oleh pemerintah untuk mendukung karyawan yang hendak belajar ke pendidikan lebih tinggi, sehingga tidak heran jika banyak karyawan di kantoran dan karyawan pabrik yang berpendidikan master dan doktor.

Selain karena sistem pendidikannya yang relatif baik, Taiwan juga bisa menjadi alternatif bagi mahasiswa Indonesia yang hendak melanjutkan pendidikan paska sarjana karena biaya pendidikan atau uang kuliah masih lebih murah dibandingkan dengan di Indonesia. Dan ditambah pula dengan tersedianya banyak beasiswa yang ditawarkan oleh pemerintah Taiwan baik melalui kementerian pendidikan ataupun perguruan tinggi yang sudah ternama. Beberapa tahun terakhir ini pemerintah Taiwan menawarkan banyak beasiswa untuk berbagai disiplin ilmu, hal ini sangat bermanfaat terutama bagi negara-negara yang sedang berkembang seperti Indonesia, Vietnam, India, Filipina, dan lain-lain. Saya mengatakan pendidikan di Taiwan relatif lebih baik dengan Indonesia bukan berarti saya skeptis dengan pendidikan di Indonesia, namun kenyataannya bahwa universitas di Taiwan sangat produktif menghasilkan riset berkelas internasional. Dan riset tersebut sangat mendarat, dan banyak yang dipatenkan, dikomersialisasikan dan diaplikasikan ke industri yang kita tahu sebagai salah satu keunggulan Taiwan. Dan tentunya juga dukungan dana riset yang melimpah bagi perguruan tinggi yang produktif menghasilkan riset. Semakin produktif perguruan tinggi tersebut maka semakin besar donasi yang diberikan pemerintah.

Namun sebelum Anda memutuskan untuk melanjutkan studi ke Taiwan, perlu juga dipertimbangkan berbagai hal, yang dapat mempengaruhi kemajuan studi anda setelah sampai di Taiwan. Di antaranya adalah perbedaan budaya antara Taiwan dengan Indonesia, sehingga sangat memungkinkan bagi mahasiswa yang baru datang mengalami shock culture. Dari pengalaman saya pertama sampai di Taiwan, saya cukup heran bercampur kaget, karena selama perjalanan dari bandara sampai ke Taipei ibukota Taiwan, tidak saya temukan pemandangan yang indah seperti di Indonesia. Selama perjalanan yang ada juga bukit-bukit yang keindahannya masih jauh dengan yang ada di tanah air, ditambah dengan gedung-gedung yang kelihatannya sudah tua dan bentuknya kotak-kotak tanpa sentuhan arsitektur sehingga kelihatannya kaku.

Pada saat pertama sekali datang, saya beruntung dijemput oleh senior mahasiswa Indonesia yang sudah lebih dulu belajar di Taiwan. Sudah dapat dipastikan, jika saya tidak dijemput dari bandara internasional maka saya akan lost in the city. Tanya kenapa?

Informasi-informasi dan marka-marka jalan masih bertuliskan Cina yang sama sekali tidak bisa saya baca, apalagi mengerti. Mau bertanya juga sangat sulit, karena tidak banyak orang Taiwan yang bisa berbahasa Inggris. Apalagi jika berencana naik bus atau taxi, sudah dapat dipastikan, pembicaraan ibarat jaka sembung alias tidak nyambung. Salah satu cara supaya bisa survive bepergian di Taiwan adalah membawa alamat yang bertuliskan karakter mandarin. Dengan memberikan tulisan tersebut ke supir taxi maka dipastikan akan sampai tujuan. Jika Anda tidak terbiasa berbahasa mandarin dengan nada yang benar, sekalipun anda merasa megucapkannya benar tetapi nadanya kurang tepat, maka lawan bicara anda tidak akan mengerti. Saya sudah coba test case, waktu mau berkunjung ke rumah sakit, ketika saya berbicara dengan supir taxi dalam bahasa mandarin yang pas-pasan, dia agak kebingungan mengerti maksud saya, tetapi setelah saya kasih alamat rumah sakit tersebut yang kebetulan ada di resep obat dan bertuliskan karakter Cina, baru dia mengerti. Cara lain yang paling mudah jika ada hal yang mendesak adalah mengajak teman Indonesia yang bisa berbahasa mandarin, namun ada kelemahannya, yaitu masalah waktu yang tidak cocok dan kesibukan masing-masing. Pengalaman yang saya alami juga, berbicara bahasa inggris ke teman sekelas juga bisa jadi kendala karena mereka tidak cukup percaya diri berbahasa Inggris, mungkin karena jarang digunakan, kemudian juga lafalnya harus pas, apabila bahasa inggris anda ada logat atau dialeknya agak lain maka akan sulit dimengerti oleh mereka, anda harus mengucapkannya berulang-ulang. Wah harus sabar deh! Namun Anda jangan kuatir, ini adalah bagian dari pengalaman hidup dan pihak kampus telah menyediakan kursus bahasa Mandarin yang dapat membantu anda belajar.

Bepergian di Taiwan

Jika Anda ingin bepergian menggunakan bus, bus di Taipei sangat nyaman, dilengkapi dengan AC dan kondisinya cukup baik, dan pembayaran ongkos sangat mudah cukup menggunakan kartu mahasiswa yang telah dilengkapi IC easy card. Sehingga anda tinggal mengisi kartu tersebut dengan sejumlah uang, dengan menyentuhkan easy card ke mesin easy card yang tersedia di setiap bus akan mengurangi deposit anda sesuai jarak perjalanan yang minimal 15 NT. Ongkos bus NT$15-30 sekali jalan (tergantung rute). Namun jangan lupa mengingat nomor bus, karena jurusan bus yang tertulis di bagian depan bus berkarakter mandarin, jadi cukup hafal nomornya saja. Jika ingin melihat rute yang lebih jelas, silakan lihat di halte karena beberapa halte bus sudah disediakan trayek dalam bahasa Inggris.

Cara bepergian yang paling mudah dan nyaman adalah menggunakan MRT atau Kereta Bawah Tanah yang beroperasi sampai tengah malam, ongkos kereta bawah tanah NT$20-65 atau tergantung jarak. Jika Anda akan sering menggunakan kereta bawah tanah, Anda dapat membeli easy card di semua stasiun bawah tanah.

Jika terpaksa menggunakan taxi, di Taipei cukup nyaman dan aman. Taxi beroperasi dari jam 6:00 pagi sampai jam 11:00 malam, ongkos NT$70 saat masuk pertama kali dengan jarak 1,5 km pertama, kemudian bertambah NT$5 setiap 300 m dan waktu tunggu sekitar 2 menit. Dari jam 11:00 malam sampai jam 6:00 pagi, ongkos taxi NT$70 dengan jarak pertama 1,25 km dan NT$5 setiap 250 meter dan waktu tunggu 1 menit 40 detik. Moda ini tidak popular bagi mahasiswa karena mahal.

Last Updated ( Monday, 24 December 2007 )
 
< Prev   Next >

Shout Box

Name:

Message:

Polling

What do you think of our new website design?
 

Visitor(s)

We have 8 guests online